Pangkalpinang — Harga ikan tingkat konsumen di Pulau Bangka dan Belitung pada pekan ke-3 April 2026 menunjukkan variasi yang cukup lebar, terutama pada komoditas unggulan seperti udang, cumi-cumi, dan tenggiri. Perbedaan harga antarwilayah masih menjadi perhatian, baik dari sisi distribusi maupun ketersediaan pasokan.

  • Udang menjadi komoditas termahal, menembus Rp160.000/kg di Kabupaten Bangka.
  • Cumi-cumi stabil di harga tinggi, mencapai Rp150.000/kg di beberapa wilayah.
  • Tenggiri bervariasi tajam, dari Rp75.000 hingga Rp120.000/kg.
  • Ikan ekonomis (selar, lele, nila) relatif stabil dan terjangkau.
  • Sejumlah wilayah mencatat kekosongan data/komoditas, indikasi keterbatasan pasokan.
  • Pulau Bangka
    Cenderung memiliki harga lebih tinggi dan fluktuatif, terutama pada udang dan cumi.
  • Pulau Belitung
    Lebih stabil, kecuali Belitung Timur yang menunjukkan lonjakan harga pada komoditas premium.
  • Wilayah dengan tekanan harga tertinggi:
    Kabupaten Bangka dan Belitung Timur
  • Wilayah relatif stabil:
    Kabupaten Belitung

Harga ikan di Pulau Bangka dan Belitung masih menunjukkan ketimpangan antarwilayah, terutama pada komoditas laut bernilai tinggi. Udang dan cumi-cumi tetap menjadi penyumbang utama inflasi harga, sementara ikan ekonomis seperti selar, lele, dan nila menjadi penyeimbang bagi konsumsi masyarakat.

Perbedaan harga ini mengindikasikan perlunya penguatan distribusi, stabilisasi pasokan, serta pengembangan budidaya lokal, guna menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.